Tujuh hari dikali lima pasaran, jadi tiga puluh lima weton
Hari biasa berputar tujuh-tujuhan, sedangkan pasaran Jawa β Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon β berputar lima-limaan. Dua putaran itu baru bertemu lagi setelah tiga puluh lima hari, dan itulah selapan. Pasaranmu dihitung dari selisih hari terhadap satu titik acuan yang dikenal luas: 17 Agustus 1945 jatuh pada Jumat Legi.
